Rohis Nurul Fata SMKN 1 Cianjur


Showing posts with label kegiatan. Show all posts

Hakikat Ber-Qurban


Berqurban merupakan bagian dari Syariat Islam yang sudah ada semenjak manusia ada. Ketika putra-putra nabi Adam AS diperintahkan berqurban. Maka Allah SWT menerima qurban yang baik dan diiringi ketakwaan dan menolak qurban yang buruk. Allah SWT berfirman :

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ ءَادَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ


“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan qurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (QS Al-Maaidah 27).


Qurban lain yang diceritakan dalam Al-Qur’an adalah qurban keluarga Ibrahim AS, saat beliau diperintahkan Allah SWT untuk mengurbankan anaknya, Ismail AS. Disebutkan dalam surat As-Shaaffaat 102: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Kemudian qurban ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai bagian dari Syariah Islam, syiar dan ibadah kepada Allah SWT sebagai rasa syukur atas nikmat kehidupan.

Disyariatkannya qurban sebagai simbol pengorbanan hamba kepada Allah SWT, bentuk ketaatan kepada-Nya dan rasa syukur atas nikmat kehidupan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya.
Berqurban merupakan ibadah yang paling dicintai Allah SWT di hari Nahr, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dari ‘Aisyah RA. bahwa Nabi SAW bersabda:

“Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang di hari Kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”.

Bagi seorang muslim atau keluarga muslim yang mampu dan memiliki kemudahan, dia sangat dianjurkan untuk berqurban. Jika tidak melakukannya, menurut pendapat Abu Hanifah, ia berdosa. Dan menurut pendapat jumhur ulama dia tidak mendapatkan keutamaan pahala sunnah.

Maka siap kah kita untuk berqurban?


Tunggu jawabannya di acara Qurban Smakzie 2k19, coming soon!!

Follow juga akun medsos kita :
Instagtam : @nurulfata_
Youtube    : Nurul Fata Channel

Perkemahan Rohis Nasional Siswa SMA/SMK Tingkat III Belitung, 05-10 November 2018



Suatu kebanggaan bagi kami khususnya SMK NEGERI 1 CIANJUR ketika terpilih menjadi perwakilan dari Jawa Barat untuk mengikuti suatu kegiatan yang diadakan oleh Kemenag RI yaitu Perkemahan Rohis Nasional Ke-III yang diselenggarakan di Bangka Belitung 05-10 November 2018 kemarin. Perkemahan Rohis tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 1300 orang. Maka tidak heran, jika kegiatan tersebut berlangsung secara meriah.

Alhamdulillah Rohis Nurul Fatta ini mengirimkan 2 orang perwakilannya untuk mengikuti kegiatan tersebut yaitu Ridwan Nur Hasan dari XI TKJ 1 dan Salsabila Nur Fitriani dari XI OTKP 1.



 Tetapi kami dari Cianjur hanya mengirimkan 10 orang perwakilan peserta dan 1 orang pendamping.



Pada hari ke-1 yaitu tanggal 5 diadakan registrasi peserta Kemrohisnas. Namun pada hari tersebut kami baru melakukan registrasi ba'da ashar dikarenakan Kontingen Jawa Barat baru tiba di Buper. Dan pada hari ke-2 diadakan Upacara Pembukaan. Acara Pembukaan Perkemahan Rohis ini sangat meriah, banyak kejutan terdapat didalamnya. Banyak pengisi acara tersebut yang tak terduga oleh kami. Seperti diantaranya Menteri Agama RI yaitu Bapak Lukman Hakim yang memberikan pidatonya, persembahan dari para peserta Kemrohisnas, dan bintang tamu yang tak kalah populer yaitu Rizky Ridho si kembar yang membawakan beberapa lagu religi menambah kemeriahan acara Pembukaan ini.



Dihari berikutnya ketika disana itu kita dibekali berbagai materi oleh para pemateri dengan sangat ceria. Kita belajar berbagai macam metode pembelajaran, seperti menggunakan metode konseptual text, problem solving dan masih banyak lagi. Jadi kita itu dibuat sebuah kelompok lagi untuk memecahkan suatu masalah kemudian kita diberikan waktu untuk berdiskusi, lalu mempresentasikan hasil diskusi tersebut kepada teman-teman yang lain.


Tidak hanya itu dihari ke-4 pun kita melaksanakan puncak kegiatan Kemrohisnas ini yaitu dengan melakukan Simulasi Manasik Haji. Meskipun ini hanya sekedar simulasi, tetapi disini kami diberikan arahan untuk mempersiapkan keadaan seperti apa yang akan kita hadapi ketika akan melaksanakan ibadah haji. Mulai dari berniat ihram, melewati bukit Arafah, melempar jumroh, Thowaf, Sa'i dari Shofa ke Marwa dan tahallul. Cuaca pun sangat mendukung ketika itu, kondisi yang terang benderang dan panas terik pun seperti menambah kesan bahwa kita itu seperti sedang di Makkah sungguhan, Subhanallah.


Nah menuju penghujung acara, di hari ke-5 itu diadakan Upacara Penutupan, tetapi sebelum itu kita diberikan waktu seharian untuk pergi berwisata ke 2 tempat yang menjadi Ikon Provinsi Belitung yaitu Belitung Mangrove Park dan Tanjung Tinggi, dimana di Tanjung Tinggi tersebut adalah sebuah tempat lokasi Syuting Film ternama yaitu Laskar Pelangi karya Andrea Hi

Pada saat pembagian gelombang kepergian, kontingen Jawa Barat mendapatkan bagian untuk berangkat ke Belitung Mangrove Park terlebih dahulu. Lokasi Mangrove Park tersebut tidak jauh dari tempat Perkemahan kita. Disana terdapat banyak pohon bakau dan ada sebuah pantai berpasir putih yang sangat indah. Sejauh mata memandang terhampar pasir putih yang sangat bersih, dan ketika kita melihat ke arah laut ada sebuah penampakan pulau yang sangat indah pula ditambah cuaca yang sangat mendukung angin pun bertiup dengan lembut dan deburan ombak pun terlihat sangat tenang.




Kita berada di Mangrove Park itu sampai dzuhur, lalu setelah dzuhur kita pergi ke lokasi ke-2 yaitu Tanjung Tinggi. Lokasi dari Mangrove Park menuju Tanjung Tinggi itu lumayan agak jauh dan memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Dalam perjalanan ternyata cuaca mulai tak bersahabat, hujanpun mulai turun membasahi Tanah Laskar Pelangi. Tapi tak apa, semangat kami masih membara untuk dapat menikmati keindahan ciptaan Tuhan ini. Ketika sudah sampai di Tanjung Tinggi, betapa kami bersyukur dan excited karena ternyata Pantai Tanjung Tinggi ini begitu Indah dengan dihiasi batu-batu besar yang bertebaran dimana-mana seolah sudah Tuhan takdirkan untuk menempel di Bumi Laskar Pelangi ini.



Sungguh ketika disana itu kita sangat bersenang-senang dengan keadaan. Ketika selama 4 hari kita diberikan materi, maka dihari ke-5 ini kita diberikan kebebasan untuk melepaskan penat.
Pada saat malam hari diadakan Upacara Penutupan. Tapi lebih tepatnya kami sebut sebagai Konser Penutupan Perkemahan Rohis Nasional. Karena apa? Karena di penutupan tersebut terlihat seperti sebuah konser yang sangaaattt meriah. Dengan cuaca yang mendukung dan lightning yang baik, acara penutupan tersebut berjalan dengan lancar. Banyak persembahan dari peserta yang menampilkan kebudayaan di setiap daerahnya masing-masing. Seperti ada penampilan tarian dari Aceh, nasyid dari Sumatera Selatan, Drama Musikal dari Bali sampai penampilan qosidah dari Papua.

Nah dibawah ini ada sebuah cuplikan singkat penampilan nasyid acapella yang dibawakan oleh perwakilan dari Sumatera Selatan. Selamat menikmati😊


Itu dia penampilan perwakilan dari Sumatera Selatan, dan sebenarnya masih banyak lagi penampilan peserta dari berbagai provinsi yang tak kalah hebat dan meriahnya.

Banyak pelajaran dan pengalaman yang kami dapatkan selama berada disana. Jujur, kami bersyukur dan takjub ketika banyak remaja diluar sana yang kurang perduli terhadap kebudayaan dan jauh dari nilai keagamaan, dan ternyata masih ada remaja-remaja yang siap untuk membela dan mempertahankan agama dan negara nya dengan sepenuh hati. Ketika banyak orang meremehkan dan menganggap bahwa banyak teroris itu bermunculan atau lahir dari sebuah organisasi bernama rohis, maka disini kami ada untuk menentang pendapat tersebut. Kami akan tunjukkan pada dunia, bahwa dengan adanya rohis, akan tercipta sebuah perubahan. Karena kami adalah Agen Of Change. Karena kami adalah penebar manfaat. Karena kami adalah penengah dari setiap masalah. Karena rohis adalah Trouble Solver, bukan Trouble Maker.
Karena rohis adalah pemecah masalah bukan pembuat masalah.

Created by : @salsabilanf.3

KEGIATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 2018/1440 H


Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:
Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabiul Awal. Dia merayakannya secara besar-besaran. Dia adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya.
Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, dia telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu.
Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, dia mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karena itu, Al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”. Karya ini kemudian dia hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar.
Para ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Para ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadis telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesir yaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar yang lainnya. Bahkan Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.
Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela islam pada masa Perang Salib.

PERAYAAN MAULID NABI DI INDONESIA


Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelanSekaten.
Sebagian masyarakat Sunni dan Syiah di dunia merayakan Maulid Nabi. Sunni merayakannya pada tanggal 12 Rabiul Awal sedangkan Syiah merayakannya pada tanggal 17 Rabiul Awal, yang juga bertepatan dengan ulang tahun Imam Syiah yang keenam, yaitu Imam Ja'far ash-Shadiq.